A'Koerdays Blog

12 Februari 2016

Filed under: Tak Berkategori — akoerday @ 1:26 am

MENULIS AH

Tahapan sebelum menulis

  1. Menemukan peristiwa/ide dan jalan cerita,
  2. Cek, ricek, dan triple cek jalan cerita,
  3. Memastikan sudut berita (point of view),
  4. Menentukan lead atau intro/bagian pembuka, dan
  5. Menulis berita

Data yang harus kita kumpulkan? Catat saja hal-hal di bawah ini (penomoran tidak penting, terserah mana saja yang terlebih dahulu didapat):

  1. Catat/ingat who-nya. Catat semua identitas (mulai nama, umur alamat, ciri-ciri fisik tertentu, pakaian yang dikenakan dsb-dsb) orang yang terlibat. Mis. Orang yang terlibat bisa sopir kendaraan yang bertabrakan, penumpang, pejalan kaki yang jadi korban, para penolong, juga polisi yang menangani kasus itu (kalau ada). Termasuk who di sini adalah obyek/benda mati yang terlibat misalnya jenis kendaraan (catat identitasnya, jenis, warna dsb), bangunan yang jadi korban (misalnya bus menabrak palang jembatan) dsb.
  2. Catat/ingat what-nya. Dalam hal ini adalah bentuk/jenis kejadian. Misalnya tabrakan tunggal atau tabrakan karambol dsb.
  3. Catat/ingat why-nya atau penyebabnya. Misalnya rem blong, sopir ngantuk, pejalan kaki terlalu berjalan ke tengah, datang kabut yang menghalangi pandangan, dsb.
  4. Catat/ingat when-nya. Misalnya Sabtu (17/12) sore; saat bubaran sekolah; ketika pekerja istirahat siang, dsb.
  5. Catat/ingat where-nya. Misal “jalan Amburadul KM 15” Cikoplo; depan rumah makan “Marakke Warek” Jalan Slamet Riyadi, Solo; dekat tempat mangkal PSK “Edan Kabeh”, Kecamatan Sukamabuk; dsb.
  6. Catat/ingat how-nya. Misalnya, “empat orang tewas di tempat kejadian”, “satu luka parah tiga lainnya hanya lecet-lecet”, “tembok rumah jebol menewaskan satu pekerja di dalamnya”; dsb.

Data sekunder

Data-data tersebut bisa kita dapatkan dari observasi lapangan, bertanya kepada saksi/orang yang terlibat, polisi, warga setempat, petugas rumah sakit dsb. Untuk kelengkapan dalam penulisan berita, kita perlu juga melengkapi dengan mencari data sekunder (seperti data kecelakaan selama setahun di daerah tempat peristiwa terjadi dsb.)

Giliran menulis berita :

1. Gaya tulisan : berkisah (feature), gaya sastra, ataukah to the point alias langsung (straight/hard news?)

2. Tahap awal  kuasai dulu penulisan straight news atau berita langsung.

Untuk menulis straight news, umumnya digunakan model penulisan piramida terbalik. Struktur berita berdasar model penulisan piramida terbalik terdiri dari :

  1. judul, lead atau teras berita atau kepala berita (biasanya adalah paragraf pertama berita) dan
  2. tubuh berita/body dan
  3. penutup/ending.

Model ini digunakan untuk menyampaikan fakta/kejadian yang harus segera diketahui pembaca. Oleh karena itu, lead atau kepala berita pada straight news sudah harus mampu memberikan informasi maksimal kepada pembaca. Pembaca tidak perlu membaca keseluruhan berita untuk mengetahui fakta yang disampaikan.

Dalam penulisan berita langsung model piramida terbalik, unsur layak berita yang paling kuat, ditulis menjadi teras berita. Teras berita dapat ditulis dengan kalimat deklaratif dari unsur yang paling penting itu. Dengan demikian, ide atau gagasan pokok yang dikandung paragraf-paragraf setelah paragraf pembuka hanya merupakan penjelasan lebih lanjut dari ide atau gagasan yang termuat pada paragraf lead tersebut.

Langkah demi langkah menulis berita langsung dengan model piramida terbalik:

  1. Tulis informasi yang mencakup 5W1H (tidak detil juga tidak mengapa) pada paragraf pertama. Dengan contoh berita kecelakaan bus, maka kita cukup menulis:“45 Orang tewas dan lima lainnya luka parah setelah bus yang diduga mengalami rem blong masuk ke jurang di Cikoplo, Sabtu (17/12)”.
  2. Berikutnya, uraikan masing-masing komponen 5W1H secara berurutan berdasarkan hal yang, menurut kita “paling penting” diikuti “penting” sampai ke “kurang penting”.
  • Kalau kita mendapat fakta bahwa persoalan korban (who) adalah persoalan penting, coba kita eksplorasi persoalan “who” ini pada paragraf kedua. Misalnya: “30 korban tewas adalah siswi sebuah SMK yang akan mengikuti kegiatan Pramuka di Perkemahan Cikoplo. Sebagian besar dari mereka ditemukan sudah tewas akibat terjepit kursi yang malang melintang dan bodi bus yang ringsek. Wajah lima di antaranya sudah tidak dapat dikenali lagi.”
  • Kalau kita menganggap persoalan “who” di atas tetap penting untuk segera dijelaskan, kita bisa melanjutkannya ke paragraf berikutnya.
  • Tetapi ketapi kita menganggap fakta bahwa “who” yang lain (di sini misalnya soal bus) adalah fakta penting berdasar data yang kita peroleh, maka uraiakan hal itu pada paragraf kedua. Misalnya: “Kecelakaan bus Maju Mundur adalah untuk yang kali kelima pada tahun ini. Pada kecelakaan Maret 2008, juga akibat rem blong, menyebabkan lima orang tewas dan tiga rumah roboh di Desa Sukasukasaya. Kecelakaan berikutnya, tanpa korban tewas, disebabkan ban yang meletus ketika bus berjalan. Penyebab dua kecelakaan lainnya, hingga saat ini belum terungkap.”

Begitulah fakta kita beberkan dari satu paragraf ke paragraf berikutnya berdasar data dan fakta yang kita temukan di lapangan.

Bahkan soal waktupun, kalau itu menarik dan signifikan berkaitan dengan masalah kecelakaan itu, bisa kita beberkan. Misalnya: “Kecelakaan terjadi saat kabut tebal dari perbukitan Awang-awang turun sampai sekitar 50 cm di atas permukaan tanah. Kabut itu menutup pandangan pengguna jalan.” Atau jika ada data dan fakta pendukung lain, bisa kita tambahkan, misalnya: ”Pada saat terjadi kecelakaan, jalan aspal di lokasi kejadian masih licin dan basah akibat hujan turun semalaman.”

Begitulah seterusnya. Paparkan fakta demi fakta. Data demi data. Dan karenanya, paragraf demi paragraf akan menciptakan sebuah berita langsung yang lengkap.

Toh kalaupun berita tersebut harus segera “naik cetak” misalnya, maka kita berhenti menulis di paragraf manapun tidak akan menjadi persoalan. Bahkan, kalau hanya satu paragraf yang terpakai karena keterbatasan halaman atau sudah dikejar deadline, berita tersebut tetap “berbunyi” karena terpenuhinya unsur 5W1H-nya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: